Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran AUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran AUD. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

Mengapa Bermain sambil Belajar?


Pendidikan usia dini sangat beragam, dan pastinya akan lebih efektif jika pendidikan di sertai dengan permainan, seperti belajar sambil bermain. karena anak seusia mereka akan mudah bosan untuk belajar yang monoton, seusia mereka adalah saatnya bermain, bukan belajar, tapi belajar di usia dini sangat penting untuk kecerdasan anak, oleh sebab itu ada banyak cara belajar agar anak tidak bosan belajar. Aktivitas bermain yang dilakukan anak memberikan pengalaman belajar, bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek di sekitarnya untuk memberikan pengetahuan kepadanya. Bagi anak-anak belajar bisa dilakukan sambil bermain bahkan aktivitas bermain merupakan aktivitas belajar bagi anak. Bermain sambil belajar adalah menekankan kegiatan bermain dalam menyampaikan suatu ilmu (belajar) kepada anak usia dini. Dengan kata lain belajar bisa dilakukan dengan suasana yang riang, gembira dan tanpa paksaan dari pihak lain, sehingga pada akhirnya nanti akan tumbuh minat belajar dari dalam diri anak itu sendiri.

Senin, 19 November 2012

pengembangan kurikulum


A.    Hakikat Pengambangan kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan untuk menghasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Ahli kurikulum memandang kegiatan pengembangan kurikulum sebagai suatu proses yang kontinu. Kurikulum disusun agar dunia pendidikan dapat memenuhi tuntutan yang berkembang dalam masyarakat. Jika masyarakatnya berubah, maka kurikulumnya juga harus berubah. Jika kurikulum tidak berubah, maka sebuah layanan pendidikan hanya akan menghasilkan produk yang mandul, yang pada akhirnya akan ditinggalkan oleh masyarakat sebagai salah satu stakeholder pendidikan.

Followers

Follow Me on Twitter

pengunjung

free counters
 

Catatan Penaku | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform