Pendidikan usia dini
sangat beragam, dan pastinya akan lebih efektif jika pendidikan di sertai
dengan permainan, seperti belajar sambil bermain. karena anak seusia mereka
akan mudah bosan untuk belajar yang monoton, seusia mereka adalah saatnya
bermain, bukan belajar, tapi belajar di usia dini sangat penting untuk
kecerdasan anak, oleh sebab itu ada banyak cara belajar agar anak tidak bosan
belajar. Aktivitas bermain yang dilakukan anak memberikan pengalaman belajar,
bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek di sekitarnya untuk memberikan
pengetahuan kepadanya. Bagi anak-anak belajar bisa dilakukan sambil bermain bahkan
aktivitas bermain merupakan aktivitas belajar bagi anak. Bermain sambil belajar
adalah menekankan kegiatan bermain dalam menyampaikan suatu ilmu (belajar)
kepada anak usia dini. Dengan kata lain belajar bisa dilakukan dengan suasana
yang riang, gembira dan tanpa paksaan dari pihak lain, sehingga pada akhirnya
nanti akan tumbuh minat belajar dari dalam diri anak itu sendiri.
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran AUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran AUD. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Maret 2013
Senin, 19 November 2012
pengembangan kurikulum
A. Hakikat Pengambangan kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.
Pengembangan kurikulum adalah sebuah proses yang merencanakan, menghasilkan
suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap
kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar
mengajar yang baik. Dengan kata lain pengembangan kurikulum adalah kegiatan
untuk menghasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum
atas dasar hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu. Ahli
kurikulum memandang kegiatan pengembangan kurikulum sebagai suatu proses yang
kontinu. Kurikulum disusun agar dunia pendidikan dapat memenuhi tuntutan yang
berkembang dalam masyarakat. Jika masyarakatnya berubah, maka kurikulumnya juga
harus berubah. Jika kurikulum tidak berubah, maka sebuah layanan pendidikan
hanya akan menghasilkan produk yang mandul, yang pada akhirnya akan
ditinggalkan oleh masyarakat sebagai salah satu stakeholder pendidikan.
Langganan:
Postingan (Atom)